Pandemi Covid-19 yang mendera tanah air, telah memasuki bulan ke-tiga. Dalam rentang waktu itu, aktivitas masyarakat pun terhenti. Mulai dari bekerja, melakukan rapat atau pertemuan, bahkan melakukan kesepakatan bisnis, tidak lagi dengan tatap muka alias bertemu dalam satu lokasi. Kini segala aktivitas dilakukan secara ‘online’ menggunakan sarana digital.

Media komunikasi melalui cara ini, dianggap paling efektif dalam melakukan hubungan dengan pihak-pihak lain. Keputusan bisnis maupun usaha, juga mulai memanfaatkan sarana online untuk berdiskusi maupun pembahasan materi tertentu.

Mengamati fenomena di tengah wabah Covid-19 ini, pengamat ekonomi internasional Profesor Chen Dongxiao dari Shanghai Institutes for International Studies China menyarankan segera berinvestasi secara besar-besaran di sektor teknologi informasi (IT) yang saat ini menangguk keuntungan di tengah pandemi COVID-19.

Baca juga :  Stella Lukman : Mengedukasi Wanita Indonesia Tentang Investasi, Agar Mandiri Finansialnya.

“Saya melihat perusahaan-perusahaan teknologi IT seperti Alibaba malah menangguk keuntungan ketimbang kerugian di tengah pandemi COVID-19. Pemerintah China sendiri sudah meminta seluruh perusahaan baik itu perusahaan pemerintah maupun swasta untuk merebut peluang emas tersebut dengan melakukan investasi besar terhadap infrastruktur baru, khususnya infrastruktur IT,” ujar Chen dalam seminar daring yang digelar CSIS Indonesia di Jakarta.

Chen melihat dalam beberapa bulan terakhir teknologi terkait IT semakin digunakan dan diperbarui secara luas. Teknologi IT ini semakin berpengaruh dalam hal pendidikan daring, kantor-kantor virtual, aplikasi-aplikasi webinar.

“Selain itu, peluang melejitnya tren infrastruktur IT ini juga bisa dimanfaatkan untuk mewujudkan sistem teknologi kota pintar, big data dan sebagainya. Saya menilai investasi semacam ini akan meningkat dengan pesat ke depannya,” kata Chen yang juga menjabat sebagai Presiden Shanghai Institutes for International Studies China tersebut.

Baca juga :  Ini yang Harus Dilakukan Generasi Milenial Setelah Membeli Rumah

Sebelumnya Pengamat kebijakan dan komunikasi strategis dari Universitas Daegu, Korea Selatan, Prof. Gil H. Park menilai aktivitas perekonomian berbasis teknologi informasi atau daring (online) akan memainkan peranan lebih penting dalam kondisi pascapandemi COVID-19.

Menurut dia, pandemi ini bukan hanya sekedar ancaman namun peluang bagi sektor jasa agar lebih beradaptasi dan bertransformasi di sektor perekonomian, dan pemerintah perlu lebih banyak membantu aktivitas bisnis serta perekonomian berbasis teknologi informasi.

Hal tersebut perlu dilakukan mengingat aktivitas perekonomian berbasis teknologi informasi atau daring akan memainkan peran lebih penting pada waktu mendatang.

Baca juga :  Ratusan Orang Bersepeda di Jogja Membentuk Gambar Keris

Sedangkan Senior Director Office Services Colliers International Indonesia (konsultan properti), Bagus Adikusumo mengatakan bahwa pola kerja dari rumah (WFH) diperkirakan bakal menjadi lebih lumrah dalam penerapannya oleh sejumlah kantor perusahaan akibat dampak dari COVID-19, dan diperkirakan akan berlanjut setelah pandemi dapat tertangani.

Bagus mengatakan kemungkinan ke depannya WFH akan menjadi model bisnis yang menarik untuk diteruskan sehingga bakal ada berbagai penyesuaian dari pola kerja perusahaan.