Ladies, jaman now memberi perubahan yang luar biasa. Bidang teknologi menjadi acuan pergerakannya. Era teknologi saat ini memberi dampak pada tiap segi kehidupan. Khususnya bidang Perbankan, masyarakat yang makin modern memanfaatkan gadget, memberi pengaruh besar terhadap dunia perbankan.

Perbankan harus siap menghadapi perubahan zaman, termasuk dalam menghadapi perkembangan teknologi digital. Berbagai inovasi produk dan layanan perbankan diperlukan untuk mengikuti perubahan perilaku nasabah.

Bankir muda yang fasih menangani perbankan, Kartika Wirjoatmodjo, mengungkapkan ada dua tantangan besar yang dihadapi perbankan yaitu proses pemulihan ekonomi yang masih berjalan, dan kucuran kredit yang masih belum sesuai harapan. Hal lain adalah gangguan, yang saat ini terasa pada sektor transportasi yang akan memberi pengaruh juga pada sektor Perbankan.

Baca juga :  Mau Bisnis, Harus Mulai Dari Mana?

Lebih lanjut Ketua Umum Perhimpunan Bank-bank Umum Nasional (Perbanas) ini menyatakan, sudah banyak perusahaan teknologi finansial (tekfin) yang memberikan layanan pembayaran dan pinjaman layaknya bank. Bank juga perlu berinovasi menyediakan layanan berbasis digital serta memperhatikan perubahan perilaku nasabah, terutama anak muda.

Anak muda sudah lebih terbiasa menggunakan sarana pembayaran digital dan produk keuangan berbasis digital. Kerja sama antara perbankan dan perusahaan teknologi finansial diperlukan agar perbankan juga tidak tertinggal. Digitalisasi perbankan akan menjadi tema besar dalam Indonesia Banking Expo, September mendatang. Dunia Perbankan tidak akan luput dari gangguan digital. Perubahan ini juga akan mengubah paradigma klasik, bahwa perbankan identik dengan industri yang kaku.

Baca juga :  Lakukan Hal Ini Untuk Memperbaiki Kondisi Keuangan Anda

Dalam mengembangkan digitalisasi perbankan, Kartika mencermati ada hal yang harus diperhatikan, yaitu keamanan serta pengalaman nasabah dalam bertransaksi. Menanggapi tentang tertangkapnya sindikat pencuri data nasabah perbankan, Kartika mengatakan, kebocoran data dapat terjadi karena berbagai transaksi yang dilakukan, terutama transaksi e-dagang. Perbankan dan kepolisian sedang bekerja sama mencari kejelasan dari mana asal kebocoran data tersebut. (Editor: Maria L. Martens)