Perdagangan antara Indonesia dan Hongkong semakin meningkat, dengan surplus bagi Hongkong. Namun, Hongkong Trade Development Council (HKTDC), melihat potensi perdagangan ini sangat potensial untuk diitingkatkan mengingat banyak produk Indonesia yang berkualitas, dan tidak kalah dengan waralaba asing yang kian menjamur.

Ladies, kabar baik ini, bisa menjadi tantangan dan peluang usaha yang menjanjikan. Bisnis pakaian, aksesories, merchandise, kuliner ringan, dan lainnya, bisa jadi langkah pertama memulai karir sebagai ‘solopreneur’ alias usaha mandiri. Asal dilakukan dengan strategi pemasaran yang tepat, kemungkinan mendapatkan keuntungan berlipat, bisa terwujud.

Profil Usaha di Direktori Online

Era teknologi mengubah gaya hidup seseorang bisa terkoneksi secara online, setiap saat. Manfaatkan sarana ini untuk membuat profil usaha yang lengkap dalam direktori bisnis online termasuk biografi, spesifikasi produk, berita, dan penghargaan atau pengalaman usaha yang dicapai–bila ada. Akan lebih baik lagi, apabila tampilan media tersebut memuat video dan logo produk. Mesin pencari secara online, dapat menampilkan profil Anda berikut usaha yang sedang dijalani. Jaringan efektif untuk kebutuhan ini adalah Linkdln, CrunchBase, dan Google.

Menerapkan Konsistensi Merek

Baca juga :  Tanaman Pembawa Hoky, Pemanis Ruangan

Langkah berikutnya adalah upaya branding dengan menggunakan logo, moto atau semboyan perusahaan, dan skema warna yang sama di seluruh materi iklan online. Bila perlu, pergunakan pula media cetak untuk membangun kepercayaan konsumen. Bahkan bila ada niatan untuk melakukan kerja sama dengan pihak lain, upaya branding bisa membangun legitimasi juga di benak klien potensial.

Memanfaatkan Pemasaran Konten

Memasarkan produk, tidak melulu dalam bentuk pesan iklan. Materi informatif pun, bisa membangun kesadaran konsumen untuk memanfaatkan produk yang ditawarkan. Misalnya, bila usaha yang dijalani adalah busana atau pakaian, lakukan pemasaran konten dengan tulisan tentang panduan menggunakan kostum yang sesuai dengan karakter atau suasana yang akan dihadiri. Pesan informatif ini, menciptakan kesadaran di benak calon pelanggan bahwa mengenakan pakaian pun, tidak hanya soal kenyamanan tapi menyangkut kepribadian dan lingkungan pula. Penting untuk diingat, konten yang disajikan harus relevan, mudah dimengerti, dan informatif.

Baca juga :  Mau Usaha Naik Kelas? Jangan Malas Urus Legalitas! (1)

Bertutur Melalui Blog

Blog adalah kesempatan Ladies untuk memperkenalkan siapa Anda. Bahkan ini adalah sarana ‘menjual’ kemampuan yang tidak dibatasi aturan apapun. Ceritakan bagaimana Anda menghasilkan ide bisnis, betapa berartiya usaha ini bagi Anda, dan manfaat yang bakal didapatkan jika ada pihak yang ingin bekerja sama. Berita-berita seputar industri pun, juga menjadi topik yang ingin diketahui orang banyak.

Penyediaan Kanal Tamu

Selain blog pribadi, website yang secara khusus menampilkan produk unggulan yang Ladies tawarkan pun, perlu dibuat. Beberapa provider menyediakan pembuatan website dengan harga murah atau bisa dijangkau. Pelajari fasilitas yang ditawarkan, apakah juga bisa menyediakan kanal tamu, bagi siapapun pengunjung web yang datang ke situs Anda. Sebaiknya, mencari situs web yang menawarkan informasi usaha terkait, dan tanyakan bagaimana penulisan ‘posting tamu’.

Baca juga :  Mengenali Passion dan Talent Anak, di Masa Pandemi

Gunakan Media Sosial Secara Efektif

Facebook, Twitter, Pinterest, dan Instagram sangat berguna untuk membangun komunitas online pelanggan setia. Jika bisnis Anda memiliki elemen visual, Pinterest dan Instagram, maka Ladies pun mudah membangun jaringan dengan siapa saja. Hal ini pun menuntut kita aktif menggunakan media sosial dengan meluangkan waktu setiap hari untuk membaca, menjawab, dan memperkenalkan postingan terbaru. Tampilkan kontes dengan gimmick menarik, sehingga pelanggan tertarik untuk mengenal produk yang ditawarkan. Atau minta mereka menceritakan pengalaman menghabiskan akhir pekan, dan berikan ‘imbalan’ sebagai respon keaktifan tersebut.

Pertimbangkan Outsourcing

Sewa freelancer untuk mendesain logo atau penulis yang bersedia membantu Anda menyusun konten. Penggunaan outsourcing ini tidak berarti Anda tidak berkompeten. Justru hal ini menandakan bahwa Anda memahami mekanisme kerja secara profesional dalam menangani elemen penting strategi pemasaran.