APA ITU WOMENPRENEUR?

Womenpreneur atau Women Entrepreneur adalah sebutan bagi wanita yang berprofesi sebagai pengusaha. Bisnis di era millenial sudah bukan dominasi kaum pria. Banyak wanita memilih profesi sebagai pengusaha karena beberapa alasan, di antaranya waktu lebih fleksibel, bisa menjalani pekerjaan sesuai passion, juga bisa berkarya sambil tetap mengurus keluarga.

Menurut Prita Ghozie, pemilik dan pendiri ZAP Finance, penulis buku “Menjadi Cantik, Gaya dan Tetap Gaya” juga “Make It Happen”, Womenpreneur mempunyai tantangan tersendiri yang harus dihadapi yaitu :

  1. Wanita harus tahu kondisi usahanya, kadang wanita tidak memakai perhitungan dalam usahanya, yang dipikirkannya hanya untung saja. Risiko kerugiannya, kadang lupa untuk dipikirkan di awal membangun usaha tersebut.
  2. Wanita selalu memakai perasaan, dalam hal ini wanita sangat cepat panik saat tidak mempunyai uang, sehingga emosinya dapat terbawa sampai masuk ke dalam urusan rumah tangga. Hal tersebut dapat mengganggu kinerja pekerjaan di kantor, maupun pekerjaan di usahanya.
  3. Wanita tidak suka bayar cash! Dalam sebuah usaha, sangat dibutuhkan pembelian secara cash, sehingga tidak mengganggu arus perputaran modal usaha. Biasanya wanita selalu ingin membeli barang dengan cara menyicil, yang nantinya dapat membuat masalah dalam usaha. Untuk itu wanita harus mempunyai komitmen yang kuat dalam menjalankan usahanya.
Baca juga :  Mau Usaha Naik Kelas Jangan Malas Urus Legalitas! (2)

 

Foto Dokumen Bukalapak.com

Foto Dokumen Bukalapak.com

 

 

 

 

 

 

 

 

Ada 3 karakter seorang Women Entrepreneur yang harus kita ketahui, yaitu :

A. BEKERJA SENDIRI

Bagi wanita yang bekerja sebagai pegawai, baik sebagai pegawai negeri ataupun swasta, ada saatnya menuju masa pensiun. Di masa ini akan ada masa pengalihan dari yang pernah bekerja di pemerintahan atau perusahaan menjadi bekerja sendiri. Di masa pensiun tersebut biasanya orang akan melakukan banyak kegiatan jalan-jalan, baik dalam negeri maupun luar negeri. Ada juga yang mengisi masa pensiun mereka dengan kegiatan melakukan hobi, membaca, menulis ataupun berkebun. Waktu yang dimiliki saat pensiun bisa diatur dan dikerjakan sendiri. Mereka bisa melakukan segala aktifitas tersebut, agar tidak cepat pikun.

B. PENGUSAHA

Peralihan dari seorang pekerja kantoran menjadi seorang pengusaha tidaklah mudah. Membuka usaha yang sesuai dengan passion akan lebih membahagiakan, dibanding membuka usaha yang mengikuti sesuai tren saja. Sebagai pengusaha, dibutuhkan waktu dan perhatian yang banyak, supaya usaha tetap berjalan lancar dan panjang. Apakah sebagai pengusaha itu enak? Jangan hanya membayangkan bahwa seorang pengusaha pasti bisa punya waktu dan uang lebih banyak loh.. Banyak yang harus dipikirkan oleh seorang pengusaha. Salah satu yang paling penting adalah, tiap bulan harus menggaji orang/karyawan.

Baca juga :  Kembali Setia Kepada Asuransi Jiwa

C. INVESTOR

Ingin membuka usaha lebih dari satu, dibutuhkan dana yang cukup banyak. Misalkan mempunyai usaha salon, yang merawat dan mengurus tentang kecantikan, pasang bulu mata palsu dan lain-lainnya. Dan mempunyai usaha kuliner juga, yang dibuka di halaman depan rumah, juga menggunakan aplikasi modern untuk tetap bisa melayani pemesanan pelanggan jarak jauh. Jika Ladies punya cukup dana yang sudah disiapkan sejak masa bekerja, Ladies bisa menjadi Investor bagi usaha orang lain yang sudah berjalan. Bisa saja Ladies hanya menjadi penanam modal, atau ikut terlibat dalam pengelolaan usaha tersebut. Pastinya Ladies harus membuat perjanjian yang saling menguntungkan dan berkomitmen tinggi jika ingin melakukan kerjasama bisnis seperti ini.

Baca juga :  Merencanakan Keuangan Bagi Wanita

Yang terpenting ketika kita menjalani profesi apapun adalah konsisten untuk terus belajar dan tekun menjalaninya. Banyak wanita yang tidak tahan menjalani profesi sebagai Womenpreneur, mengingat ternyata begitu banyak urusan yang harus dilakukan. Kadangkala, ketika memutuskan menjadi Womenpreneur, bisa saja kita mengalami kesulitan atau tantangan yang tidak bisa terselesaikan sendiri.

Womenpreneur, Tren Profesi Wanita Masa Kini

Salah satu kegiatan Komunitas Womenpreneur Community (Foto : womanpreneur-community.com)

Ada baiknya Ladies yang ingin menjadi seorang Womenpreneur bergabung dalam komunitas bisnis, supaya bisa saling berbagi dengan teman-teman yang juga menjalani bisnis. Dalam komunitas bisnis, biasanya diadakan sesi sharing, konsultasi maupun kelas-kelas pelatihan, seminar maupun motivasi. Beberapa komunitas bisnis yang sudah banyak membantu Womepreneur di antaranya WPC (Womenpreneur Community), TDA (Tangan Di Atas), Indonesia Mompreneur, dan lain-lain.