Tes DNA (Deoxyribonucleic acid) selama ini diketahui oleh orang awam untuk mengetahui asal usul genetik seseorang, padahal dalam dunia medis tes ini memiliki banyak kegunaan.

Dalam dunia kedokteran, manfaat tes DNA bisa digunakan untuk mengidentifikasi atau menyingkirkan kelainan genetik tertentu, baik pada bayi maupun orang dewasa.

Titi Kamal dan Christian Sugiono adalah salah satu pasangan selebritis yang peduli pada kesehatan dan berusaha untuk mencari tahu apa yang sebenarnya ditubuhkan tubuh dengan melakukan tes DNA.

Keduanya kemudian melakukan tes DNA dengan Asa Ren. Perusahaan Biotech digital yang berfokus pada pencapaian simbiosis genetik dan kecerdasan buatan ini juga dilengkapi dengan fitur-fitur menarik dan maju, seperti sistem pintar dalam penilaian kesehatan dan penyakit hingga konsultasi daring dengan tenaga medis profesional.

Titi mengatakan jika tes DNA ini dilakukan bukan hanya untuk mengetahui garis keturunan, tapi juga untuk mengenal kebutuhan tubuh yang jarang disadari.

“Kita jadi mengetahui banyak hal tentang potensi dan kebutuhan tubuhnya masing-masing,” kata Titi.

Hasil dari tes tersebut, akan dibagi ke dalam beberapa kategori melalui report tes DNA yang bisa diakses pada aplikasi Asa Rén.

Baik Titi maupun Christian kini jadi mengenal lebih dalam mengenai potensi tubuh yang dimiliki dimulai dari kebutuhan nutrisi terbaik untuk kesehatan tubuh hingga ciri-ciri kepribadian yang juga dapat membantu mengenal diri mereka lebih baik bagi.

Hasil laporan juga bisa langsung diakses dalam waktu 18 hingga 25 hari setelah sampel DNA diterima oleh tim lab untuk ditinjau. Hasil dari tes tersebut, akan dibagi ke dalam beberapa kategori melalui report tes DNA yang bisa diakses pada aplikasi Asa Rén.

Baik Titi maupun Christian kini jadi mengenal lebih dalam mengenai potensi tubuh yang dimiliki dimulai dari kebutuhan nutrisi terbaik untuk kesehatan tubuh hingga ciri-ciri kepribadian yang juga dapat membantu mengenal diri mereka lebih baik bagi.

Hasil laporan juga bisa langsung diakses dalam waktu 18 hingga 25 hari setelah sampel DNA diterima oleh tim lab untuk ditinjau.

Titi dan Christian berharap masyarakat lebih sadar pada kebutuhan tubuh mereka melalui pemeriksaan genetik berbasis nutrigenomics.

Baca juga :  Olahraga yang Aman bagi Penderita Hipertensi Paru