Ibu kota punya banyak pilihan tempat bagi pencinta kuliner dengan minat spesifik, yang terbaru adalah restoran untuk pencinta adrenalin.

Lounge In The Sky Indonesia diklaim sebagai pengalaman kuliner di langit pertama yang ada di Tanah Air, negara ketiga setelah Belgia dan Malaysia. Sekilas, restoran melayang ini tampak seperti wahana menegangkan di taman bermain. Tamu makan dari ketinggian 50 meter sambil melihat pemandangan lalu lintas yang padat di perempatan Semanggi.

Sebuah bar tempat koki dan para pelayan menyajikan hidangan terletak di tengah platform, diapit oleh delapan meja bundar, masing-masing memiliki empat kursi yang menempel dengan meja dan platform.

Restoran melayang, hasil kerjasama Mangkuluhur City dan DITS ASIA serta Boca Rica Tapas Bar & Lounge, tak jauh dari jembatan menuju shelter Transjakarta Semanggi. Para tamu serta kru restoran bisa melayang karena platform Lounge In The Sky diangkat oleh telescopic boom crane seberat 220 ton asal Eropa.

Sesi makan di langit Jakarta berlangsung selama 60 menit. Beberapa saat sebelum mengudara, setiap tamu akan diberi kesempatan untuk pergi ke toilet agar nyaman duduk selama satu jam di angkasa tanpa perlu ke kamar kecil.

Sembari menunggu di lounge yang atapnya transparan, sehingga bisa melihat restoran melayang dari bawah, staf mendatangi para tamu untuk memberi tahu akses ke kamar kecil sebelum keberangkatan. Tersedia loker di lounge untuk menyimpan barang bawaan agar Anda tak kerepotan di udara. Cukup bawa telepon genggam untuk mengabadikan keseruan saat melayang, tapi pastikan untuk memegangnya erat-erat agar tidak terlempar jatuh dari ketinggian.

Agar tertib, nama tamu dipanggil satu persatu lengkap dengan nomor meja dan kursi yang akan diduduki. Semua tamu yang sudah memesan akan mendapat meja pribadi sesuai dengan jumlah pemesanan.

Keluar dari lounge, para petugas telah bersiap mengantarkan dan memandu tamu untuk naik ke kursi masing-masing, kemudian memasangkan sabuk pengaman yang cukup ketat untuk memastikan keselamatan. Kursinya bisa digerakkan 180 derajat, jadi tamu bisa berputar-putar untuk melihat pemandangan lebih luas. Anda pun dapat menurunkan sandaran kursi bila ingin duduk lebih santai.

Musik yang menghentak mengiringi pengalaman makan di udara, setelah semua tamu duduk, restoran ini mulai diangkat dan melayang menuju ketinggian 50 meter. Prosesnya terasa halus, tidak ada sentakan yang membuat jantung terasa ingin copot. Begitu melihat ke bawah dan menyaksikan mobil-mobil di jalanan tampak kian mungil, barulah terasa bahwa Anda sudah berada 50 meter di atas permukaan tanah.

Pramusaji terlebih dahulu menuangkan air putih ke dalam gelas yang bisa diminum untuk mengusir rasa tegang. Menu pertama yang disuguhkan adalah cilantro-lime chicken ala Meksiko dengan pugasan saus salsa yang asam dari potongan tomat dan daun ketumbar serta rempah-rempah lain. Daging ayam yang disajikan empuk, gurih di dalam dan renyah di luar. Untuk menambah cita rasa segar, ada potongan jeruk nipis yang bisa diperas di atas hidangan ayam tersebut.

Makanan kedua yang disajikan adalah salad caesar dengan potongan ayam pelalah Bali yang pedas, dipadukan dengan selada segar, potongan alpukat serta mayones. Menu selanjutnya adalah miso butter beef yang punya bumbu yang cukup gurih, tapi bisa dinetralkan dengan kentang tumbuk yang creamy dan lembut.
   
Sajian berikutnya, ketika memegang gelas berisi es krim vanila dengan potongan buah bluberi yang segar, gelas terasa dingin. Rupanya, yang dimaksud adalah gelas kecil berisi saus mangga yang hangat.

Cara menikmatinya, tuangkan saus mangga ke atas gelas berisi es krim yang ditutupi selubung dari cokelat putih. Panasnya saus mangga langsung menciptakan lubang, membuat selubung itu berubah jadi corong manis yang lezat untuk disendokkan ke dalam mulut. Campuran segarnya es krim, manisnya mangga, asam dari beri dan manis dari cokelat putih membuat sajian makanan penutup ini jadi hidangan yang berkesan sepanjang perjalanan.

Seluruh makanan yang dihidangkan sudah dipotong kecil agar lebih mudah dimakan, dagingnya juga lembut, tak perlu mengerahkan banyak tenaga menggerakkan pisau dan garpu. Meminimalkan gerakan di meja juga mengurangi risiko tak sengaja menjatuhkan alat makan.

Selama satu jam, secara perlahan platform juga akan berputar sehingga setiap orang bisa menikmati pemandangan yang sama. Sesekali platform terasa bergoyang karena angin, tapi goyangannya tidak terlalu terasa mengganggu. Kami bisa menikmati makanan secara tenang di meja yang stabil tanpa takut ada yang tumpah.

Platform sempat diturunkan sejenak karena tiba-tiba hujan mengguyur, tapi kepala tamu terlindungi karena setiap meja dilindungi dengan atap. Cipratan air sedikit membasahi baju, tapi cuaca kembali mendukung. Tak lama, hujan berhenti dan platform kembali dinaikkan ke ketinggian 50 meter.

Tepat 60 menit melayang di langit Jakarta, platform kembali diturunkan. Sama seperti saat naik, gerakannya sangat halus, sensasinya mirip seperti mendarat saat menaiki balon udara. Kami disambut oleh para staf yang satu persatu membantu melepas sabuk pengaman.

Untuk bisa ikut mencoba makan sambil melayang di langit Jakarta, Anda harus memesan lewat laman resmi dan merogoh kocek minimal Rp1,6 juta yakni paket standard berisi akses masuk ke lounge khusus yang dilengkapi kursi dan meja nyaman untuk menunggu giliran naik. Paket standard ini meliputi empat course makan malam dan minuman.

Ada juga paket bisnis senilai Rp2,2 juta untuk menyantap five-course dinner, minuman gratis yang diberikan saat baru tiba dan prioritas boarding lebih dahulu. Paket yang termahal harus dibayar senilai Rp3,7 juta, tamu akan mendapat hadiah istimewa dan menginap semalam di kamar deluxe Artotel Suites Mangkuluhur serta sarapan untuk dua orang.

Baca juga :  Jembatan Kaca Sepanjang 632 M yang Menantang Nyali