Saat ini diprediksi bahwa semakin banyak perempuan yang menjadi pemberi pinjaman melalui teknologi finansial lending (pinjaman), berdasarkan data internal Investree.

“Tren pendanaan oleh perempuan kian meningkat diikuti oleh beragamnya layanan yang dapat diakses secara mudah dan cepat seperti aplikasi mobile Investree for Lender. Selain itu, faktor lain yang menyebabkan perempuan tertarik melakukan pendanaan adalah variasi instrumennya,” kata CEO Investree Adrian Gunadi.
Platform tekfin lending tersebut mencatat pertumbuhan pemberi pinjaman atau lender naik 38 persen secara year-on-year pada 2020 hingga 2021. Dari pertumbuhan tersebut, pemberi pinjaman perempuan naik 55 persen pada 2020 hingga 2021.

Untuk tahun 2021 saja, Investree mencatat ada 2.948 pemberi pinjaman perempuan untuk produk pinjaman, reksa dana dan Surat Berharga Negara Elektronik.

Investree berencana memperluas edukasi dan literasi keuangan tentang tekfin lending kepada perempuan, mulai dari siswa, perempuan yang bekerja sampai ibu rumah tangga.

Edukasi keuangan dan pendanaan untuk perempuan juga mereka tuangkan melalui kampanye di media sosial.

Total perempuan yang aktif memberikan pinjaman melalui platform Investree saat ini berjumlah 8.528 orang, sementara lender aktif secara keseluruhan lebih dari 24.000.

Baca juga :  Rayakan Kebebasan Finansial