Tahun 2019 menjelang. Saatnya mengatur strategi, khususnya bila Anda memiliki bisnis mandiri. Bisnis kuliner, misalnya. Gempuran teknologi yang semakin masif dan tidak terelakkan membuat industri kuliner menerima manfaatnya, baik pebisnis maukemerpun pelanggan. Dengan memanfaatkan teknologi, para pelaku bisnis kuliner bisa mendapatkan keuntungan lebih besar dan pelanggan pun merasa lebih dilayani.

Berikut ini adalah tren industri kuliner tahun 2019, yang diprediksi bakal maju pesat dengan mengandalkan dukungan teknologi.

Restoran delivery


Jumlah ghost restaurant atau restoran khusus layanan delivery akan terus meningkat. Restoran ini hanya ada untuk memasak dan mengantarkan makanan ke pelanggan yang memesan secara online.  Ketika pelanggan meminta pengiriman lebih cepat, bisnis ini akan memanfaatkan otomatisasi dan robotik yang banyak supaya pelayanan lebih efisien. Menanggapi hal tersebut, Zina Mavroeidi, CEO e-Fresh pernah berpendapat di Forbes. Ia mengatakan bahwa pelanggan berada pada posisi untuk menetapkan persyaratan baru dalam dunia kuliner. Ketika pengiriman cepat sudah terlaksana, akan ada permintaan lagi untuk meningkatkan kualitas kuliner yang dipesan.

Baca juga :  Teknologi Rumah Kayu, Lebih Hemat 30%

Smart oven


Smart oven atau oven pintar akan mengganti beberapa peralatan di dapur. Misalnya, oven pintar bermerek June memiliki teknologi yang mengombinasi oven biasa, dehydrator, air fryer, pemanggang roti, slow cooker, dan beberapa fungsi peralatan dapur lainnya dalam satu mesin. Oven terprogram yang memungkinkan setiap penggunanya membuat makanan dengan waktu yang cepat. Bahkan, seiring terus berkembangnya teknologi, setiap orang dapat mengharapkan melihat oven pintar yang dapat membaca resep dan secara otomatis dapat mengolah bahan-bahan yang disediakan. Kemudian, menyajikan makanan yang siap untuk dinikmati.

Baca juga :  Rangkaian Film-film Seru untuk Mengisi Waktu Liburan Natal

Data

Dari restoran besar hingga kafe yang baru dirintis, data mining atau pengumpulan data pribadi pelanggan akan menjadi pilihan bagi para pelaku bisnis di industri ini. Dengan menggunakan AI, perusahaan dapat menggali data untuk mengetahui tren makanan atau pun kebiasaan pelanggan dalam hal kuliner. Informasi tersebut digunakan untuk mengembangkan produk baru untuk tetap mimikat para pelanggan. “Selama 2018, kita semua telah melihat semakin berkembangnya penggunaan teknologi AI dalam e-commerce. Tren ini akan terus berlanjut karena kualitas informasi dan volume data meningkat. Selanjutnya, kita juga akan melihat lebih banyak bisnis kuliner lokal mencoba untuk mengganggu dominasi global. Khususnya pengiriman makanan dan ritel. Mereka memiliki kesempatan untuk memberikan pengalaman dan kenyamanan kepada pelanggan dalam skala besar,” ungkap Zina.