Banyaknya jumlah Entrpreneur (wirausaha) di sebuah negara, dianggap sebagai indikator kemajuan dari negara tersebut. Patokannya adalah minimal 2% dari jumlah penduduk harus berprofesi sebagai wirausaha. Negara Indonesia dengan jumlah penduduk 250 juta jiwa lebih, minimal harus memiliki  5 juta jiwa Entrepreneur (wirausaha).

Pesatnya pertumbuhan wirausaha muda di tanah air, Kementrian Koperasi dan UKM merilis rasio wirausaha di tanah air tahun 2016 telah mencapai 3,1%, meningkat dari rasio sebelumnya 1,67%. Artinya rasio kewirausahaan Negara Indonesia sudah melampaui batas minimal kewirausahaan sebuah negara yaitu 2%.

Meningkatnya jumlah rasio wirausaha muda, terciptalah lapangan kerja dan tumbuhnya perekonomian negara. Terutama di jaman digital saat ini, peluang terbuka lebar untuk bisnis baru. Modalnya hanya kreatifitas dan keberanian.

Genecia Alluora pendiri Soul Rich Woman, sebuah platform saran berwirausaha bagi wanita di Asia Tenggara, salah satu yang pernah menimba ilmu di Universita Taobao, yang didirikan oleh Jack Ma, pemilik Alibaba Group, menjabarkan tiga hal penting yang diajarkan di kampus tersebut untuk membangun bisnis digital.

  1. Tentang Membangun Merek
Baca juga :  Wanita Indonesia Harus Belajar Investasi

Toko Online tidak sama dengan Toko Tradisional, saat pasar e-commerce tumbuh menjadi sangat penting untuk memiliki merek yang dapat dikenal oleh konsumen. Orang tidak langsung membeli, tetapi membaca ulasan tentang produknya terlebih dahulu dari sosial media, sebelum memutuskan membeli.

Mempromosikan diri Anda kepada pelanggan secara luas, dengan mengenalkan merek dan kredibilitas Anda, itu lebih penting dari pada halaman facebook Anda.

 

2. Kemudian Anda Memasarkannya (Marketing)

Setelah Merek siap, tahap selanjutnya adalah mempromosikannya kepada orang yang tepat. Seiring dengan kemajuan teknologi, Anda perlu membuat Traffic (lalu lintas), fokus pada strategi digital. Prioritaskan pada kata kunci untuk mendeskripsikan produk Anda, serta jual gaya hidup yang terhubung dengan emosional konsumen.

Baca juga :  Bisnis Kuliner Trendy di Era Millennial

 

3. Pentingnya Analisa Data

Anda perlu memiliki akses ke data pelanggan, artinya Anda harus mengenal pelanggan Anda dengan baik, untuk mempertahankan momentum dan menarik pembeli. Salah satu contoh Perusahaan Alibaba, yang mendominasi seluruh daratan China, memreka memiliki fasilitas service pembayaran secara online, Alipay, yang menguasai lebih dari separuh pembayaran secara digital di negara China. Dan fasilitas tersebut adalah alat penyimpan satu set data paling canggih di dunia.

Alat data tersebut dapat menganalisis dengan sangat rinci, sehingga penawaran produknya dapat disesuaikan dengan setiap individu konsumen. Misalnya, jika Anda sedang mencari barang-barang bayi, di tahun berikutnya Anda akan ditawari pakaian anak-anak berusia satu tahun.

Baca juga :  Enam Keunggulan Wanita Dalam Berbisnis, Dibanding Pria

Seperti pernyataan dari Presiden Republik Indonesia, Bapak joko Widodo, bahwa Negara Indonesia adalah Negara yang besar, memiliki pasar yang besar, peluangnya juga sangat besar. Sehingga banyak perusahaan besar dari luar Negeri yang melihat peluang besar dari pasar Indonesia. Dan Presiden Jokowi berharap makin banyak jumlah wirausaha muda yang makin maju, dan membuka peluang bisnis baru, sehingga makin meningkat perekonomian Indonesia.

Bersama kita wujudkan Indonesia menjadi Digital Energy of Asia!