“Menjadi Perempuan adalah anugerah Tuhan, dan menjadi Perempuan Indonesia adalah kebanggaan, lalu bagaimana kita menjadi perempuan yang berperan dalam keluarga, yang mampu bersosialisasi positif, dan menjadi pribadi yang mandiri.” Dalam acara Webinar Hari Kamis, tanggal 15 September 2022, pukul 10.00 wib, yang diselenggrakan di Kantor KJRI Noumea Kaledonia Baru, berkumpul para perempuan Indonesia dari seluruh penjuru dunia,dan acara ini diprakarsai oleh Ketua DPW KJRI NOUMEA, Ibu Dra. Tantien Hendra Satya Pramana, STH.

Acara Seminar live via zoom meeting ini, dengan judul: Perempuan Indonesia Untuk Dunia, dan yang memberikan kata sambutannya adalah Konsul Jenderal RI Noumea, Bapak Hendra Satya Pramana. Peserta webinar ini adalah para Ibu KBRI, staff, karyawan maupun masyarakat umum lainnya yang ikut serta dalam acara tersebut. Jumlah peserta kurang dari 100 perempuan yang berasal dari berbagai Negara, ada Ibu dari KBRI Tokyo,, KBRI San Fransisco, KBRI Islamabad, KJRI Karachi, KBRI Brasil,KBRI Nur Sultan dan lain-lainnya.

Di sesi Pertama, pembicara adalah Ibu Sukmawati, beliau adalah aktivis pemberdayaan perempuan dan pemerhati anak-anak ini mengatakan, rata-rata karakter perempuan Indonesia adalah perempuan banyak memiliki masalah ekonomi ; perempuan biasa mengharapkan bantuan dari orang lain; terutama flash back kebelakang 24 tahun lalu, sekitar tahun 1998,banyak perempuan yang tertindas, dimana akhirnya mereka pindah keluar negeri , dan disana pun mereka butuh rangkulan dari keluarga sanak saudaranya yang masih tinggal di Indonesia.

Baca juga :  AXA Financial Indonesia Bidik Generasi Milenial

Ditengah masa pandemi saat itu, para perempuan terpanggil untuk bisa membantu meningkatkan perekonomian Indonesia, yang pada saat itu banyak kaum pria yang sebagai kepala keluarga terkena Pemutusan Hubungan Kerja (PHK). Apalagi buat kaum Perempuan yang saat itu tinggal di luar negeri. Dalam suasana seperti itu, Ibu Sukmawati pun sebagai Aktivis Pemberdayaan Perempuan & Pemerhati Anak-anak ini, segera menggerakkan hati para perempuan yang beruntung melalui jejaringan..

Bukan hanya para perempuan membantu meningkatkan perekonomian keluarganya, juga banyak para perempuan di luar sana yang tertindas, tidak tercukupi hidupnya, dalam proses perceraian dan lain-lain. Di saat ada perempuan yang berkeluh kesah kepada kita, itu berarti kita terpanggil untuk mendengarkan. Dan jika kita sedang berjejaring dengan orang lain , yang butuh bantuan hukum misalnya, dan akan dibantu untuk diberikan konsultasi.

Baca juga :  Rayakan Kebebasan Finansial

Pembicara Kedua, adalah Ibu Dr. Erna Bayu, CEO Komunitas Perempuan Berkebaya, dalam acar webinar ini, beliau memakai Kebaya Kutubaru dan bersanggul, lengkap dengan riasan wajah natural dan sederhana. Spintas terlihat bukan seperti orang Indonesia melainkan seperti orang Jepang. Menjadi perempuan Indonesia yang memiliki karakter lembut dan sopan santun, dilakukan dengan membentuk dirinya secara penampilan, selalu memakai kebaya dan sanggul di acara apapun dan dimanapun.

Belajar lebih simpel dan disiplin dalam waktu, menurut Ibu Erna, wanita yang berkulit putih ini, ciri khas beliau berkebaya tersebut menampilkan perempuan “Berdaya dan Berbudaya”. Perempuan berdaya, walaupun lemah lembut tetapi perempuan yang memiliki potensi besar, bisa menjadi pelopor kegiatan yang berguna dan bermanfaat bagi masyarakat umumnya dan perempuan berbudaya, sebagi perempuan Indonesia yang peduli untuk melestarikan budaya Indonesia baik di masyarakat Indonesia sendiri maupun di luar Negeri.

Menurut Ibu Erna Bayu, yang akan membuat EXPO Kebaya di Pulau Alor ini, rata-rata Perempuan Indonesia saat disakiti, sabarnya panjang sampai titik nadir, selama dia kuat masih bisa bertahan. Tapi kondisi itu tidak bisa Move On! Perempuan harus menyadari, bersyukur, meyakini dan minta pertolongan, jika perlu dibantu.

Baca juga :  Indonesia Perkuat Kerjasama Digital dengan 4 Negara

Bagi para Perempuan Mandiri, apapun keputusan dan jawabannya, harus tetap menghormati pasanagan atau suaminya. Para suami juga jangan suka melarang ini dan itu, tetapi suami juga tidak bisa memberikan apapun yang kita butuhkan.

Diawal seminar sebelum acara dimulai, Ibu Ketua DWP KJRI Noumea, Ibu Tantien Hendra Satya Pramana, menayangkan film berdurasai 3 menit mengenai Kepulauan Noumea ini, dimana kegiatan Dharma Wanita Persatuan KJRI Noumea ini sangatlah aktif dan bervariasi, dari Pameran Kuliner Indonesia yang dimasak oleh para Chief Noumea, Kegiatan Bakti Sosial, kegiatan Olahraga pagi sampai pada penyelenggaraan Upacara Kemerdekaan Republik Indonesia ke 77 tahun di Noumea.

Dengan memberikan edukasi, pelatihan, dan pemberdayaan pada perempuan sebuah investasi yang bagus bagi lingkungan komunitasnya dan negara. Kegiatan perempuan ini mampu memberikan alternatif mata pencaharian bagi diri mereka dan keluarganya.

Potensi perempuan sangatlah besar, karena itu perlu diperhatikan dan disupport secara riil oleh Pemerintah Indonesia, meuju perempuan yang berdaya, dan dapat berkontribusi demi kemajuan Perempuan Indonesia, juga perempuan di seluruh Dunia!