Baru Mulai Bisnis, Dari Mana Modalnya?

Ketika kita sudah memutuskan mulai menjalani sebuah bisnis, biasanya ini berkaitan dengan funding atau permodalan. Jika kita benar-benar Baru Mulai Bisnis, Dari Mana Modalnya? Dari mana sumber modal usaha kita? Apakah bank satu-satunya cara untuk mendapatkan dana?

Ivan Nikolas Tambunan, Co Founder dan CEO Akseleran, sebuah portal equity crowdfunding mengungkapkan, ada beberapa sumber permodalan yang bisa dipilih oleh sebuah start up, istilah bagi usaha yang berusia kurang dari setahun, yaitu :

  1. Hutang / Debt

Prinsip sumber dana ini adalah kita meminjam kepada orang atau lembaga tertentu. Cara ini cocok untuk usaha yang sudah menghasilkan keuntungan atau memiliki cash flow positif.

Untuk mendapatkan pinjaman, biasanya si pengusaha harus menyediakan jaminan atau agunan. Ini cukup memberatkan untuk usaha yang masih baru, jika belum memiliki asset untuk dijadikan jaminan. Meskipun demikian, ada pula kreditur (pemberi pinjaman) yang tidak memerlukan jaminan, misalnya Kredit Tanpa Agunan (KTA) yang disediakan oleh beberapa bank.

  1. Convertible Debt

Jika usaha kita belum mampu menunjukkan profit, kita bisa mencoba funding jenis ini. Pinjaman ini cocok untuk perusahaan yang nilai usaha atau valuasinya belum jelas, tetapi dianggap prospektif.

Baca juga :  Bisnis Valas Berkembang Pesat di Indonesia

Ketika mendapatkan convertible debt, kita tidak langsung mengembalikan uang yang dipinjam, melainkan dikonversi menjadi equity atau saham pada valuasi perusahaan di tahun berikutnya. Pembagian saham dari investor pun ditentukan dari valuasi perusahaan pada tahun selanjutnya.

  1. Equity atau saham

Pendanaan ini sesuai untuk bisnis yang sudah diketahui valuasinya tetapi cashflow-nya belum cukup untuk membayar hutang, jika harus meminjam uang. Biasanya dana yang dibutuhkan cukup besar dan berjangka panjang.

Investor akan memberi dana kepada usaha kita, dan sebagai imbalannya, investor akan mendapatkan saham. Dalam hal ini, investor ikut memiliki sebagian dari perusahaan kita.

Untuk pendanaan jenis ini, kita harus melengkapi usaha dengan badan usaha PT, catatan keuangan yang rapi, struktur organisasi (minimal komisaris dan direktur) dan izin-izin usaha yang lengkap.

Baru Mulai Bisnis, Dari Mana Modalnya?

Lebih lanjut lagi, Ivan mengatakan, di Indonesia kita mengenal beberapa macam pemberi modal, yaitu :

  1. Bank
  2. Peer-to-peer lending
  3. Investor
  4. Angel Investor
  5. Venture capital
  6. Private equity
  7. Crowdfunding

Yang belakangan disebut, sejak 2011 mulai booming di Indonesia, seiring dengan peningkatan jumlah pelaku UKM dan strart up. Crowdfunding atau Urun Dana adalah praktik penggalangan dana dari sejumlah besar orang untuk memodali suatu proyek atau usaha yang umumnya dilakukan melalui internet (wikipedia).

Baca juga :  Mau Bisnis, Harus Mulai Dari Mana?

 

Baru Mulai Bisnis, Dari Mana Modalnya?

 

Kenapa Ada Crowdfunding?

UKM Indonesia banyak yang tidak “bankable“. Hambatan yang dimiliki UKM biasanya cashflow tidak (atau belum)  cukup untuk menanggung hutang, tidak punya agunan, formalitas pendukung kurang lengkap (misalnya laporan keuangan, SIUP, izin usaha lainnya, legalitas dll).

Hambatan-hambatan tersebut yang kemudian ditangkap oleh platform crowdfunding untuk membantu UKM mendapatkan akses permodalan selain bank.

Bentuk permodalan yang lazim disupport oleh crowdfunding adalah berupa :

1.Pinjaman

Contoh platform yang sudah berjalan adalah ModalkuGandengtangan, Crowdo dan  Indves. Dengan model pinjaman, usaha yang dimodali oleh para investor yang urunan harus mengembalikan dana secara berkala dengan pembagian keuntungan atau bunga.

2.Equity (saham)

Salah satu platform yang memberikan urun dana dengan benefit saham ini adalah Akseleran. Bentuk crowdfunding ini memberi kesempatan bagi investor untuk ikut memiliki saham dari UKM atau start up yang disupport.

Baca juga :  Berani Menjadi Wanita Wirausaha!

Lebih jauh lagi, Ivan Tambunan memberi tips, jika ingin mendapatkan pendanaan dari crowdfunding, siapkanlah cerita yang menarik di balik bisnis kita. Jangan lupa rapikan dokumentasi administrasi bisnis kita, meskipun bentuknya masih sederhana. Misalnya jika bisnis kita berupa usaha perdagangan, ada catatan penjualan dan uang keluar-masuk. Bagaimana dengan dokumen legalitas seperti SIUP, badan usaha dan lain-lain? Beberapa crowdfunding tidak mensyaratkan hal itu. Bahkan seperti Akseleran, malah membantu proses pembuatan dokumen-dokumen tersebut.

Apapun bentuk permodalan  yang akan kita pilih, hendaknya disesuaikan dengan kondisi usaha kita. Jika ingin mendapatkan dukungan permodalan, baik dari lembaga keuangan, individu maupun crowdfunding, hendaknya kita mulai tata bisnis kita dengan benar.Penting juga untuk menjaga kredibilitas kita sebagai individu maupun pemilik usaha. Jika kita adalah orang yang jujur dan terpercaya, menjalani bisnis dengan niat yang baik, niscaya cepat atau lambat, kita akan mendapatkan modal usaha.