Berinvestasi secara tepat, sebaiknya mengikuti perencanaan keuangan. Apa saja langkah-langkah dalam melakukan perencanaan investasi sehingga tujuan investasi yang diharapkan dapat terwujud?

Pertama, tujuan berinvestasi. Menetapkan tujuan adalah langkah awal merencanakan investasi. Tujuan adalah hasil akhir yang ingin dicapai oleh investor dan membuatnya rela untuk menunda konsumsi hari ini demi digunakan di masa mendatang, Adapun tujuan investasi yang umumnya dicanangkan oleh keluarga Indonesia adalah dana pembelian rumah tinggal, dana pendidikan untuk anak, dana untuk naik haji, serta dana untuk berlibur bersama keluarga. Apapun tujuan investasinya, Ladies sebaiknya menetapkan kapan tujuan ini ingin diwujudkan dan berapa besar biayanya saat ini.

Kedua, dana yang dibutuhkan. Tujuan telah ditentukan. Kini menghitung-hitung kebutuhan dana untuk mencapai tujuan tersebut, atau target nominal yang diperlukan. Jumlah ini harus dihitung dengan mempertimbangkan tingkat kenaikan harga atau inflasi. Rata-rata biaya kenaikan sebesar 10 persen dari kepastian harga saat ini.

Baca juga :  Rayakan Kebebasan Finansial

Ketiga, aset yang ada. Jumlah dana atau aset yang sudah tersedia, juga menjadi pehitungan untuk menetapkan perencanaan investasi. Perhitungan dana ini, menjadi bahan pertimbangan, apakah ada aset inevstasi yang dapat dialokasikan untuk membantu memenuhi tujuan. Sebagai contoh, jika ternyata investor sudah memiliki emas seberat 10 gram, maka investasi yang harus dilakukan hanyalah selisih antara kebutuhan target dana dengan saldo aset yang sudah tersedia. Semakin besar saldo aset investasi yang tersedia, maka akan semakin sedikit jumlah investasi yang perlu dilakukan untuk memenuhi kebutuhan tersebut.

Keempat, pilihan aset investasi yang menjadi pertimbangan. Investasi dapat berbentuk aset keuangan, seperti deposito, reksa dana, serta obligasi. Selain itu investasi juga dapat berbentuk usaha dan juga aset fisik, seperti rumah kontrakan, emas, kebun, dan lainnya.

Baca juga :  Katakan Dengan Parfum

Kelima, evaluasi faktor risiko dan potensi imbal hasil. Semakin tinggi potensi imbal hasil, maka akan semakin besar juga risiko yang menyertainya. Risiko investasi–misalnya–dapat berupa sulit untuk menjual kembali menjadi tunai, atau nilai aset yang cukup fluktuatif dalam jangka pendek.

Keenam, memilih aset investasi yang cocok. Langkah utama yang membutuhkan keberanian adalah keputusan penanaman uang di aset investasi yang paling sesuai dengan tujuan investasi serta profil risiko investor. Dalam hal berbicara risiko, jika Ladies masih investor pemula, maka sebaiknya dimulai dengan teknik yang lebih konservatif. Seiring berjalan waktu, Ladies bisa meningkatkan profil kondisi, apabila sudah mulai memahami seluk-beluk aset investasi.

Baca juga :  Kampanye #PantangPlastik, Selamatkan Bumi Pertiwi

Ketujuh, evaluasi berkala atas hasil investasi. Melakukan evaluasi aset investasi adalah bagian dari manajemen aset investasi. Tujuan akhirnya adalah seorang investor memiliki portofolio yang terdiversifikasi dan terstruktur dengan baik. Selain itu, dengan evaluasi, dapat diketahui apabila kinerja aset investasi masih on track dengan rencana awal atau bahkan melenceng dari harapan awal.

Ladies, yang perlu diingat adalah, perencanaan investasi yang baik akan menghasilkan pemilihan aset investasi yang sesuai demi mencapai tujuan yang ditetapkan. Bonusnya, Ladies juga akan lebih mudah mengevaluasi apabila ada investasi yang terlalui berisiko tinggi atau bahkan berindikasi penipuan. Selalu teliti sebelum berinvestasi, maka Ladies akan mendapatkan manfaat yang terbaik.