Peringatan Hari Anak Nasional yang jatuh pada tanggal 23 Juli 2020, dilakukan dengan cara yang berbeda karena masih dalam masa pandemi covid-19. Tema Hari Anak tahun ini adalah : Anak Terlindungi, Indonesia Maju dan tagline #AnakIndonesiaGembiraDiRumah. Acara dikemas dalam sistem daring (online), supaya dapat menjangkau seluruh Anak di penjuru Indonesia.

Peringatan Anak Tahun ini menurut Menteri Pemberdayaan Perempuan Dan Perlindungan Anak (PPPA), Ibu I Gusti Ayu Bintang Darmawati Puspayoga, momentum untuk meningkatkan kepedulian semua pilar Bangsa Indonesia, baik orangtua, keluarga, masyarakat, dunia usaha, media massa dan pemerintah, terhadap pemenuhan hak dan perlindungan khusus anak. Kepedulian seluruh bangsa Indonesia terhadap perlindungan Anak Indonesia, agar tumbuh dan berkembang secara optimal, dengan mendorong keluarga Indonesia menjadi lembaga pertama dan utama dalam memberikan perlindungan kepada anak.

Setiap orangtua pasti menginginkan yang terbaik untuk anaknya, terlebih lagi bagi para orangtua yang memiliki anak yang berkebutuhan khusus. Di Indonesia sendiri, belum ada data pasti berapa jumlah penyandang Autisme. Faktanya Penyandang Autisme di Indonesia semakin meningkat, ditandai dengan banyaknya tempat terapi penderita Autisme yang tersebar di Tanah Air.

Baca juga :  lewat daring! literasi perdagangan berjangka komoditi sebagai alternatif investasi.

Persepsi masyarakat terhadap anak berkebutuhan khusus, atau dalam kasus ini adalah Autisme, juga masih cenderung negatif. Sehingga tidak sedikit orangtua dengan anak Autisme merasa terbeban malu,sedih, marah, kesulitan dan seringkali putus asa pada awalnya.

Namun tidak dengan pasangan Dunya A. Mugijanto dan suami, yang memilih segera bangkit dan mencari solusi terbaik untuk anak sulungnya, Rayen Mugijanto. Sejak usia 2 tahun, Rayen didiagnosa mengidap Autisme. Autism Spectrum Disorder (ASD) atau yang lebih sering dikenal dengan Autisme, adalah kondisi dimana perkembangan otak seseorang mengalami gangguan, yang dapat mempengaruhi kemampuan dalam hal berkomunikasi dan berinteraksi dengan orang lain.

Pada acara Virtual Launching Dunya x Dunya, pada hari Minggu, 26 Juli 2020, Dunya mengatakan bahwa, “Sebagai orangtua tidak selamanya ada untuk anak kita. Selagi diberi kekuatan fisik, pikiran dan materi, maka siapkan anak kita semaksimal mungkin dan sesegera mungkin, agar kelak mereka bisa lebih mandiri, dan walaupun dengan kemampuan yang terbatas, namun bisa memberikan penghidupan kelak”.

Baca juga :  Komunitas 67 Menumbuhkan Kehidupan Sosial Para Anggotanya

Berbagai upaya telah dilakukan Dunya untuk anaknya, Rayen. Perjalanan ini pun akhirnya menunjukkan titik terang ketika Rayen menemukan talentanya dalam melukis. Meski dalam keterbatasan, Rayen perlahan menemukan jati dirinya dalam setiap lukisan yang ditorehnya. Melihat hal ini dan ketekunan Rayen dalam melukis, Dunya terinspirasi memberikan wadah bagi para penyandang Autisme dengan bakat melukis, untuk bisa mengekspresikan dirinya dalam keunikan, serta mendapatkan apresiasi banyak orang.

“Dunya x Dunya adalah cerita tentang Keterbatasan. Melalui Dunya x Dunya, saya berharap para penyandang Autisme bisa membawa keterbatasan tersebut menjadi sebuah keunikan yang menghasilkan kekuatan di masa depan,” ucap Dunya Mugijanto, wanita berkulit putih ini. Sebagai bagian dari peluncuran Dunya x Dunya, yang bertema : “Autism And Creativity”, dilaksanakan juga Talkshow dengan tema , “Apa Anak Saya Punya Bakat Melukis?”, yang disampaikan oleh Toto Timotius Swarsito, Art mentor Hadiprana Art Center; Adrian seorang Graphic Designer pengajar Binus Center ; Dunya Mugijanto selaku orangtua dari Rayendra, yang dimoderatorkan oleh Sinhwi Halim, Art Lover & orangtua penyandang Autisme.

Baca juga :  Perencanaan Investasi yang Tepat, Meski Berisiko
Foto Dokumentasi Pribadi

“How We See The World”, adalah ajang pembukaan kegiatan pameran seni yang dikurasi oleh Irma Chantily, memamerkan hasil seni dari para penyandang Autisme di d’gallerie, Jakarta Selatan, yang dilaksanakan sejak tanggal 27 Juli – 2 Agustus 2020

Nantinya, karya-karya seniman penyandang Autisme ini akan diaplikasikan ke dalam art work berbagai rupa, seperti produk pakaian (scarf, jaket, masker, tas kemeja dan lain-lain), dan home appliance (tatakan makan, serbet, taplak meja dan sarung bantal). Dengan menggunakan produk dari Dunya x Dunya, diharapkan kita bisa selalu teringat bahwa keterbatasan adalah keunikan, dan keunikan adalah kekuatan.

Ladies, jika ingin melihat karya -karya seniman yang Istmewa ini, “How We See The World”, dari tanggal 27 Juli – 2 Agustus 2020 ya, datang ke galerinya di :

D’gallirie : Jalan Barito 1 No.3, Jakarta Selatan 12130, Telp : 0878.8094.1919 ; IG@dgalliriejakarta