Tetap Semangat Di Usia Senja

Berbicara tentang tema tetap semangat di usia senja selalu membuat kita mengingat dan merenungkan, seberapa berat perjuangan anda untuk mencapai kondisi finansial saat ini. Mungkin perjuangan dari puluhan tahun, namun ada juga yang merasakan kesejahteraan terus, karena kebetulan sudah terlahir sebagai keluarga kaya raya. Tapi bukan berarti kenyamanan tersebut saat ini, darimana asal usulnya belum tentu akan langgeng. Kenapa begitu?

Sebagian orang mengalami perubahan gaya hidup seiring dengan perubahan kemampuan finansial. Pendapatan meningkat, kerap kali diikuti dengan pengeluaran yang lebih besar lagi. Malahan seringkali pendapatan meningkat 15%, tetapi pengeluaran juga meningkat 30%, khususnya yang bersifat konsumtif. Akhirnya, yang bersangkutan kelihatannya “bertambah kaya”, realitanya bisa saja semakin miskin. Kenapa? Karena sisa pendapatan yang ditabung jumlahnya semakin sedikit, akibat dari pengeluaran yang semakin besar.

Baca juga :  Edukasi Keuangan Sejak Dini Untuk Bijak Di Masa Depan

Apa contohnya? Misalnya, penggunaan kartu kredit. Biasanya sejalan dengan peningkatan pendapatan, maka pergaulan makin “ke atas”. Kalangan yang di sebut sebagai “Kelompok Atas” itu lazimnya suka membelanjakan uang untuk hal yang bersifat konsumtif. Nah, orang-orang yang mulai mengalami peningkatan pendapatan biasanya juga akan ikut serta dalam perilaku tersebut. Dan salah satu caranya adalah berbelanja menggunakan kartu kredit.

Tetap Semangat Di Usia Senja

Ironisnya, si pengguna kartu lebih kerap berbelanja bukan karena kebutuhan, tapi karena “bisikan” lingkungan, agar tetap dianggap memiliki kapasitas keuangan yang mentereng, seperti teman-temannya yang di lingkungan sosial baru. Akibatnya, banyak barang-barang yang dibeli bukan untuk kebutuhan, melainkan menjadi alat koleksi dan gengsi saja. Resikonya, pengeluaran setiap bulan meningkat sangat besar dibanding pendapatan, yang kenaikannya tidak seberapa.

Baca juga :  Mengenal Pialang Berjangka dan Wakil Pialang Berjangka Indonesia

Dalam waktu yang panjang, perubahan perilaku itu akan berdampak negatif pada kondisi keuangan seseorang. Malah akan menumpuk utang, sekaligus bisa menggerus asset yang telah dimiliki. Realitanya bukan tambah kaya, malah semakin miskin kembali, asset yang sudah susah payah dimiliki, akan hilang karena perubahan perilaku.

Bagaimana Cara Mencegahnya?

Tetap Semangat Di Usia Senja

Pertama, Belanja sesuai dengan kebutuhan, cermati saat belanja kebutuhan, bukan yang kita inginkan. Membeli kebutuhan juga realita membeli barang yang berkualitas, bukan karena hemat jadi belia barang yang asal dan murah.

Kedua, Cek pengeluaran kecil. Saat pendapatan mulai besar, pengeluaran yang kecil mulai tidak dihiraukan. Padahal kalau dikumpulkan sehari, seminggu dan sebulan, hasilnya akan mencengangkan Anda.

Ketiga, Jangan belanja sebelum punya uang. Meningkatnya pendapatan, banyak orang yang ingin dibilang “keren” dan mengganti perilaku belanjanya dengan barang-barang bermerek, jika perlu menggesek kartu kredit. Padahal untuk mendapatkan barang tersebut Anda setiap saat harus menyicilnya, sehingga bisa dibilang berhutang.

Baca juga :  Ladies Jangan Bingung, Untung Investasi Rumah Atau Apartemen?

Keempat, Siapkan Hari Tua. Peningkatan pendapatan, seringkali memunculkan percaya diri yang berlebihan, sehingga lupa untuk investasi asuransi di masa pensiun / tua. Untuk itu persiapkan dana masa tua sedini mungkin, supaya di saat tua kita masih bisa hidup sejahtera.

Jadi, Ladies siap ya buat┬áTetap Semangat Di Usia Senja ­čÖé