7 Tips Penting Sebelum Membeli Tanah

Membeli sebidang tanah memang salah satu pilihan yang bisa Anda lakukan untuk investasi jangka panjang. Karena jumlah penduduk di bumi selalu meningkat, sedangkan luas tanah tak bertambah, harga tanah cenderung naik setiap tahunnya.

 

Akan tetapi, seperti halnya investasi yang lain, membeli tanah pun ada resikonya. Meskipun nilainya kelak berlipat ganda, ada beberapa faktor yang perlu diperhatikan agar Anda bisa meminimalisir kerugian dari investasi tanah.

Simak tujuh tips bermanfaat dalam berinvestasi tanah berikut :

 1. Lokasi yang tepat

Ini adalah hal terpenting dalam menentukan investasi tanah. Karena baru bisa dinimati setelah bertahun-tahun kemudian, maka pilih lokasi yang tepat supaya kelak tanah Anda akan meningkat nilainya.

Baca juga :  Ladies Jangan Bingung, Untung Investasi Rumah Atau Apartemen?

Biasanya tanah yang berlokasi di pusat bisnis atau industri berpotensi mengalami kenaikan harga yang tajam. Demikian pula di kawasan pemukiman. Anda juga bisa memilih tanah di sekitar kawasan yang sedang dikembangkan, misalnya untuk pusat pendidikan, bisnis atau industri baru, atau proyek-proyek pemerintah.

Pertimbangkan pula apakah lokasi sekitar tanah yang Anda incar bebas banjir atau malah sering kena bencana. Amati lingkungan sekitar, apakah misalnya ada sentra pembuangan sampah, kuburan, tempat angker atau banyak preman. Jika daerah sekitarnya kurang nyaman, nilai tanah Anda kurang menguntungkan.

2.  Keadaan Tanah

Pertimbangkan bentuk tanah, kerataan dan kepadatan tanah, ukuran dan hadap tanah. Bentuk tanah persegi atau trapesium biasanya lebih mudah dijual kembali. Perhatikan juga bukaan atau lebar muka tanah. Biasanya lebar 40-70% dari total luas tanah lebih disukai calon pembeli.

Baca juga :  Dilema Karir Wanita Berkeluarga. Bagaimana Solusinya?

Kerataan atau kepadatan tanah berpengaruh cukup penting. Jika kurang rata atau kurang padat, maka calon pembeli harus mengeluarkan ekstra uang untuk mengurug tanah. Ini pun membuat harga jual tanah Anda kelak berkurang.

Ukuran tanah akan mempengaruhi properti yang dibangun di atasnya. Jika Anda membeli tanah berukuran 400 meter di lokasi yang penduduknya berekonomi rendah, mungkin Anda perlu memecahnya menjadi dua atau tiga bidang. Atau sekalian membangun dua sampai empat rumah di atasnya agar lebih mudah dijual.

Tanah yang menghadap utara atau selatan biasanya lebih disukai karena pencahayaan matahari lebih merata. Selain itu, pembeli juga suka dengan tanah yang menghadap ke timur karena mendapat sinar matahari pagi.

Baca juga :  Edukasi Keuangan Sejak Dini Untuk Bijak Di Masa Depan

3.  Legalitas

Agar investasi Anda aman, pastikan tanah tersebut memiliki dokumen atau sertifikat serta persoalan administrasi tanah yang jelas. Periksa kelengkapan sertifikat tanah (girik, SHGB atau SHM), IMB, SPPT PBB tahun terakhir hingga copy cetak biru bangunannya jika ada.

Cek juga data-data yang ada pada dokumen (seperti luas tanah, masa berlaku, lokasi, nama pemilik dan lain-lain) dengan kenyataan fisiknya. Pastikan data tersebut sama.

Simak lanjutannya di sini.